Kearifan Lokal Digital

Kamus PepatahMinangkabau

Jelajahi kekayaan sastra lisan Minangkabau dalam genggaman.Pelajari, lestarikan, dan bagikan kearifan nenek moyang.

Pepatah Hari Ini

"Basilek di pangka padang, bagaluik di ujuang karieh, kato salalu baumpamo, rundiang salalu bamisalan."

""

Lihat Makna Selengkapnya

Fitur Unggulan

Teknologi modern bertemu dengan kearifan tradisional untuk pengalaman belajar yang tak terlupakan

Pencarian Canggih

Temukan pepatah dengan mudah menggunakan pencarian berbasis AI yang memahami konteks.

Penjelasan Mendalam

Dapatkan terjemahan akurat dan penjelasan filosofis dalam bahasa Indonesia dan Minang.

Koleksi Favorit

Simpan pepatah favorit Anda dan akses kapan saja untuk pembelajaran berkelanjutan.

Pepatah Harian

Dapatkan inspirasi setiap hari dengan pepatah pilihan yang disesuaikan dengan minat Anda.

Konteks Budaya

Pelajari latar belakang sejarah dan penggunaan pepatah dalam kehidupan sehari-hari.

Komunitas Aktif

Bergabung dengan komunitas pecinta budaya Minang dan berbagi pengetahuan.

Tampilan Aplikasi Intuitif

Dirancang untuk kemudahan navigasi, memberikan Anda pengalaman terbaik dalam menjelajahi kearifan Minang.

Kamus Pepatah

Minangkabau

Menampilkan 5 pepatah harian

Terbaru

Diatua cupak nan duo, dikaji kato nan ampek, dalam tambolah tasuo, paham di sinan mangko dapek.

Makna pepatah ini adalah bahwa untuk mempelajari ajaran adat dan filsafatnya jangan hanya sekadar mempelajarinya secara dangkal, tetapi perlu memahami arti yang tersirat pada ajaran adat tersebut. Pepatah ini mengajarkan bahwa untuk memahami adat dan aturan Minangkabau, seseorang harus mempelajari dua aspek utama (cupak nan duo) dan empat unsur (kato nan ampek), serta menelusuri tambo (sejarah dan cerita rakyat Minangkabau) untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Dengan demikian, pepatah ini menegaskan pentingnya mendalami ajaran adat dan budaya Minangkabau secara komprehensif; tidak hanya melalui hafalan aturan; tetapi juga melalui pemahaman filosofis dan historisnya.

Terbaru

Pilin kacang nak mamanjek, pilin jariang nak barisi.

Makna pepatah ini adalah seseorang yang berusaha dengan cara yang tidak benar untuk mendapatkan sesuatu. Pepatah ini menjelaskan tentang orang yang ingin mencapai tujuan atau keinginannya, tetapi melalui cara yang salah, tidak jujur, atau melanggar aturan. Pepatah ini menjelaskan bahwa orang yang menggunakan cara yang salah untuk mendapatkan hasil, biasanya akan merugikan orang lain, kehilangan kepercayaan, mendapat balasan buruk di kemudian hari.

Terbaru

Satuntuang tabu dek ulek, satuntuang sajo kito buang.

Makna pepatah ini adalah bahwa jika seorang yang berbuat kesalahan, maka sebaiknya kita tidak membenci semua anggota keluarganya. Makna pepatah ini adalah jika satu orang dalam sebuah keluarga melakukan kesalahan, maka kesalahan itu tidak sepatutnya dibebankan atau dibalas kepada seluruh anggota keluarganya.

Terbaru

Tapauik makanan lantak, takuruang makanan kunci.

Makna pepatah ini adalah tentang suatu keputusan yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pepatah ini menjelaskan bahwa setiap keputusan yang telah dihasilkan harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh, jujur, dan konsisten, dengan kesadaran. Keputusan yang baik bukan hanya tentang isinya, tetapi juga tentang cara pelaksanaannya yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

Terbaru

Kalau indak pandai bakato-kato, bak alu pancukia duri, kalau pandai bakato-kato bak santan jo tangguli.

Makna pepatah ini adalah tentang seseorang yang tidak pandai berbicara secara baik, maka akan sulit dalam pergaulan sosial di masyarakat. Akan tetapi jika seseorang pandai berbiacara maka akan memudahkannya dalam pergaulan sosial. Pepatah ini menjelaskan tentang pentingnya kepandaian berbicara dengan baik dan bijaksana.

Apa Kata Mereka

Ribuan pengguna telah merasakan manfaat aplikasi kami dalam mempelajari budaya Minangkabau

"Aplikasi ini adalah revolusi digital untuk pelestarian budaya Minang. Interface yang intuitif dan konten yang mendalam membuatnya sempurna untuk penelitian dan pembelajaran."

DE

Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Hum.

Pemerhati Budaya & Akademisi

Padang, Sumatera Barat

"Sebagai alumni Program Studi Teknik Kimia di sebuah universitas di Yogyakarta dan berasal dari Sumatera Barat, aplikasi ini sangat bermanfaat untuk mendalami budaya Minangkabau."

GP

Gindan Permata Putri Intan

Alumni Prodi Teknik Kimia

Yogyakarta

"Hidup di perantauan membuat saya merindukan kampung halaman. Aplikasi ini membantu saya tetap terhubung dengan akar budaya dan mengajarkan anak-anak tentang warisan leluhur."

IH

Ir. Hemzairil, M.M.

Perantau Minang di Jakarta

Jakarta

"Sangat edukatif dan mudah digunakan! Saya merekomendasikan aplikasi ini kepada seluruh murid untuk mempelajari kekayaan budaya Indonesia, khususnya Minangkabau."

RD

Rina Delvira, M.Pd.

Dosen Pendidikan Bahasa

Padang

"Dokumentasi digital yang luar biasa! Aplikasi ini berhasil menjembatani generasi muda dengan kearifan tradisional melalui teknologi modern."

MY

Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum.

Pakar Linguistik

Universitas Andalas

Tim Penyusun

Aplikasi ini disusun oleh para pakar di bidangnya untuk memastikan kualitas dan keakuratan konten.

Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. Dt. Rajo Malenggang

Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. Dt. Rajo Malenggang

Pakar Bahasa & Budaya

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang dengan keahlian dalam bahasa, budaya, dan humaniora. Menjabat sebagai Dekan FBS UNP (2019—2028) dan seorang penghulu di Pesisir Selatan.

Krismadinata, Ph.D.

Krismadinata, Ph.D.

Pakar Teknik & Rektor UNP

Dosen Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang dengan keahlian di bidang teknik. Menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UNP (2023—2024) dan kini sebagai Rektor Universitas Negeri Padang (2024—2029).

Dr. Amril Amir, M.Pd., Dt. Lelo Basa

Dr. Amril Amir, M.Pd., Dt. Lelo Basa

Pakar Pendidikan & Budayawan

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang dengan keahlian di bidang pendidikan bahasa, budaya, dan humaniora. Menjabat sebagai Ketua Harian LKAAM Sumatera Barat dan seorang penghulu di Padang Pariaman.

Dr. Havid Ardi, M.Hum. Dt. Rangkayo Mulia-Guci

Dr. Havid Ardi, M.Hum. Dt. Rangkayo Mulia-Guci

Pakar Bahasa & Humaniora

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang dengan keahlian dalam bahasa, budaya, dan humaniora. Menjabat sebagai Wakil Dekan FBS UNP (2019—2028) dan seorang penghulu di Kabupaten Agam.

Pentingnya Pepatah dalamBudaya Minang

Pepatah-petitih Minangkabau bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan cerminan dari falsafah hidup dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad.

Setiap pepatah mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam bertutur kata, bersikap, dan mengambil keputusan. Mempelajari pepatah berarti menyelami jiwa dan karakter orang Minang.

Dalam era digital ini, pelestarian kearifan lokal menjadi semakin penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Kearifan Turun Temurun

Pepatah sebagai warisan leluhur yang mengandung filosofi hidup mendalam

Gotong Royong

Nilai kebersamaan dan saling membantu dalam masyarakat Minang

Merantau & Belajar

Tradisi menimba ilmu dan pengalaman di tanah orang

Harmoni Alam

Hubungan seimbang antara manusia dengan alam sekitar

Tersedia Sekarang

Siap MenjadiAhli Pepatah?

Bergabunglah dengan ribuan pengguna yang telah merasakan manfaat aplikasi Kamus Pepatah Minang dalam mempelajari kearifan lokal.

500+ Pepatah Lengkap
Terjemahan Akurat
Gratis Selamanya